NAZHIF GIFARI

Seorang ahli gizi yang ingin berbagi tips sehat dan bugar dengan evidance based


Berbicara masalah kehidupan tak kan pernah menemukan ujungnya, semua mengalir bagaikan arus kehidupan. Semua yang lemah makan akan tergerus oleh ombak kehidupan. Banyak orang berkata “hidup itu keras bung”, semua orang pun tau mengenai kiasan arti kata tersebut.

Orang punya yang punya daya juang tinggi makan ia bisa menembus ombak kehidupan tersebut. Hidup ini penuh tantangan sob !

Dibalik perjuangan yang telah kita lalui, harusnya kita patut bersyukur atas semua pemberian yang telah diberikan Allah.

Orang yang mulia dihadapan Allah salah satunya yaitu orang yang suka bersyukur.

Kadang kita telah diberikan nikmat sehat tapi tidak bersyukur. Hmmm, namanya juga manusia ya, kadang penyesalan itu datangnya diakhir. Hidup ini indah jika kita menjadi salah satu manusia yang rajin menyusukuri nikmat Allah.



Setiap langkah perjalanan hidup, kita harus membuatnya dalam suatu rangkaian cerita kehidupan. Hidup ini hanya sekali ! rugi kalau kita hanya menyia-nyiakanya, makanya ayoo kita saling membuat rangkain cerita yang positif sehingga banyak orang yang tertular.

Setiap pagi bisa kita tularkan senyum ke semua orang. #bukan berarti seperti orang gila.hehe, namun dibalik senyum yang ikhlas terdapat hati yang tulus dalam menyampaikanya.

Oleh karena itu, mari kita jalani kehidupan ini dengan susunan melodi yang indah sehingga terdengar dan dapat menjalaninya dengan nyaman.

Sekian, selamat istirahat
@NazhifGifari

Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Salam rindu untuk ayah,

Tak terbayangkan pertemuan di Bogor merupakan pertemuan terakhir denganmu Ayah.
Belum terucap satu kata maafpun kepadamu Ayah.
Waktu berjalan sangat cepat, tak kuduga engkaupun meninggalkan kami begitu cepat.
Berita kematiaanmu Ayah sungguh membuat kami kaget, jam 10 malam ketika Ayah belum sadarkan diri dari tidurmu di RS. Kami menunggumu dengan senandung do'a yang terpancarkan dari hati kami yang sedang melihatmu terbujur kaku di kasur.
Vonis dari dokter terucap di pagi mengenai kematianmu.
Kami semua panik entah apa yang harus kami lakukan, air mata pun sudah terteteskan dari mata kami.

Ketika-ku kecil, aku banyak merepotkanmu, membohongimu, membuatmu kesal, namun itu semua tak mengurangi kasih sayangmu terhadapku.

Ayah, seadanyainya aku diberikan kesempatan untuk bertemu dengamu lagi, akan kuucapkan kata "Terima Kasih banyak atas semua nasehat, kasih sayang, dan ilmu yang telah engkau berikan".


Kini tinggal kami berlima dikeluarga kita ada aku, ibu, dan ketiga anakmu.
Setiap malam kamipun memnjatkan do'a untukmu ayah, karena do'a itulah yang akan menyelamatkanmu di akhirat.
Sekarang tugasmu sudah selesai Ayah,
Dan, sekarang saatnya kami untuk melanjutkan cita-cita dan harapanmu.

Love u Dad, :')




Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

Pages

  • Home

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

recent posts

Facebook

Blog Archive

  • February 2016 (1)
  • December 2014 (1)
  • October 2014 (1)
  • September 2014 (1)
  • June 2014 (2)
  • May 2014 (1)
  • April 2014 (3)
  • October 2013 (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates