NAZHIF GIFARI

Seorang ahli gizi yang ingin berbagi tips sehat dan bugar dengan evidance based

Pendakian ini dilakukan saat kami melakukan KKP di Garut, kami ber 9 orang akan mendaki gunung tertinggi yang ada di Garut. Yoohaaaa, sudah pasti tau lah, "Gunung Cikuray".

Kami mendaki gunung ini saat bulan ramadhan, kondisi puasa tak menyurutkan semangat kami dan terik panas pun tak menghalangi kami untuk mendaki.. Mantaaappp !!

Foto bersama saat kami akan melakukan pendakian

Awanpun berada di bawah kaki kami, subhanallah. 
Beginilah ciptaan Allah yang tak ada duanya, :)

Berpose mencari tempat untuk buka puasa,, hehe

Alhamdulillah, nikmat buka puasa di atas gunung Cikuray.
Berbuka dengan makanan seadanya, sisa makanan untuk sahur

 Subhanallah sekali pemandangan di atas gunung. 
Gedung-gedung tampak kecil sekali dihadapan mata.

 Foto bersama saat pagi hari, perut sudah terisi makan sahur. Saatnya untuk melanjutkan perjalanan
 Foto bersama teman-teman satu kelompok KKP.
Para lelaki tangguh yang menjadi penyemangat teman-teman untuk sampai di atas pendakian Gunung.
 Bendera merah putih pun menjadi saksi bahwa jejak kami sudah ada di Gunung Cikuray
 Saatnya bendera merah putih berkibar di atas gunung Cikuray,
Suatu saat bendera ini akan berkibar di tempat yang berbeda.
 Foto penuh semangat 1
 Foto penuh semangat 2
Walaupun di atas gunung, ibadah itu pasti nomer 1.
Kami pun solat berjamaah di atas pendakian Gunung.

Ketika seseorang pernah naik gunung, pasti mereka akan merasa takjub dengan sang penciptanya.

"Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan". 
Jadilah pribadi yang suka bersyukur. Beryukur atas semua nikmat yang telah diberikan. :)
Jadilah orang yang berguna untuk masyarakat.

by: @NazhifGifari / @GiziKebugaran

Share
Tweet
Pin
Share
No comments


Terdapat pertanyaan:

Saya merupakan atlet lari wanita berumur 18 tahun, saya dengar bahwa atlet lari wanita memiliki resiko terhadap masalah tulang. Kemudian bagaimana cara saya untuk mengatasi masalah tersebut?

 Okee, perlu dijelaskan bahwa setiap orang memiliki resiko yang sama terhadap masalah tulang. Tidak hanya atlet lari saja, pemain sepak bola, bulu tangkis, dll juga memiliki resiko yang sama terhadap masalah tulang tesebut.

Oleh karena itu, ada beberapa cara untuk mendapatkan dan menjaga tulang supaya tetap sehat:
  1.  Cukupi kebutuhan kalsium dan vitamin D untuk mengoptimalkan densitas tulang dan mencegah osteoporosis, contoh makanan dengan kalsium yang tinggi yaitu susu, yoghurt, keju, dan brocolli.
  2. Vitamin D itu penting untuk membantu penyerapan kalsium. Konsumsi makanan kaya akan vitamin D seperti telur, ikan, jamur, dll
Kemudian, terdapat strategi yang dapat kita lakukan untuk menjaga tulang kita supaya sehat:
  1. Saat snack time: Konsumsi buah, yoghurt dan orange juice. Mantaap
  2.  Kemudian, saat makan bisa berikan lauk jamur, ikan salmon, keju. Pastikan sesuai dengan selera masing-masing
  3. Konsumsi makanan yang kaya akan vitamin D dan kalsium yang tinggi.
  4. Vitamin D itu bisa di sintesis dalam tubuh lho. Caranya berjemur antara pukul 10.00 sampai jam 3 sore selama 5-30 menit. Mudah kan ya? Apalagi orang Indonesia, untuk mendapatkan sinar matahari aja gratis kan.
Mungkin cukup sekian tips untuk menjaga kesehatan tulang kita.
Ingat sob, olahraga itu investasi masa depan ! Jangan menginvestasikan penyakit di masa tuamu.
Salam Bugar !!

By: @NazhifGifari / @GiziKebugaran

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Salam semua sobat, salam kenal

Perkenalkan nama gw "Nazhif Gifari" biasa di panggil Nazhif/Fari.
Lahir di Jakarta, memiliki hobi berolahraga, baca buku, jalan-jalan dan foto-foto. Dan memiliki cita-cita bisa menapkkan kaki di seluruh benua dunia.


Semua yang dilakukan dengan optimal pasti mendapatkan hasil yang maksimal. Keprihatinan terhadap permasalahan gizi di Indonesia membawa saya untuk lebih menekuni ilmu gizi secara mendalam. Setalah beberapa tahun belajar mengenai gizi, sport nutrition merupakan passion yang sedang saya tekuni. Berkat Allah, saya dipertemukan dengan beberapa teman-teman yang peduli terhadap gizi olahraga. Sehingga pada akhirnya kami membentuk @GiziKebugaran dan www.gizikebugaran.id . Jika passion yang kita pilih dan kita jalani, pasti semua akan terasa indah dan nyaman.
 

 www.gizikebugaran.id

Untuk berdiskusi:

Twitter      : @NazhifGifari / @GiziKebugaran
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Kebugaran jasmani didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya. Kebugaran jasmani dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yakni: 1) kebugaran statis dalam arti kata keadaan seseorang yang bebas dari penyakit, 2) kebugaran dinamis dalam arti kemampuan untuk bekerja efisien yang tidak memerlukan keterampilan, misalnya berjalan, mengangkat, dan lain-lain, 3) kebugaran motoris dalam arti kemampuan untuk melakukan kerja dengan keterampilan tinggi dan efisien. 

Kebugaran jasmani juga merupakan salah satu komponen dalam mencapai suatu produktivitas yang baik. Kebugaran jasmani adalah kemampuan seseorang melakukan aktivitas primer sehari-hari tanpa merasa lelah dan masih mempunyai cukup tenaga untuk melakukan aktivitas yang lain. Pengukuran kebugaaran jasmani dapat dilakukan dengan salah satu cara yaitu Bleep Test sebagai indikator kebugaran tubuh. Test ini meliputi berlari terus menerus di antara dua garis yang berjarak 20 m selama terdengar suara beep yang sudah direkam sebelumnya. Itulah sebabnya test ini sering juga disebut bleep test.
Atlet berdiri di belakang garis pertama menghadap ke garis kedua, dan mulai berlari sesuai aba-aba dari CD atau tape. Kecepatan pada start sangat lambat. Atlet terus berlari di antara kedua garis, berbalik arah bila terdengar suara beep yang sudah terekam. Sesudah sekitar satu menit, kecepatan suara beep akan bertambah dan tenggang suara beep menjadi lebih cepat. Hal ini akan berlangsung terus per satu menit (level). Bila atlet belum mencapai garis pada waktu terdengar suara beep, atlet harus menyelesaikannya terlebih dahulu, kemudian berbalik dan berusaha menyesuaikan kecepatan larinya di antara dua beep. Apabila atlet sudah mencapai garis sebelum terdengar beep, atlet harus menunggu sampai terdengar beep. Test dihentikan bila atlet dua kali gagal mencapai garis (kurang dari 2 meter) pada saat pembalikan dua kali berturut-turut.
Bleep test akan menjadi ukuran kebugaran tubuh. Upaya meningkatkan kebugaran jasmani, perlu dilakukan kegiatan yang dapat menjaga dan meningkatkan kebugaran jasmani. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu olahraga secara teratur dan pengukurannya dapat dilakukan dengan bleep test.

Bleep test biasanya digunakan untuk mengukur VO2 max seseorang dan tingkat kebugaran seseorang. Berikut adalah standar-standar yang dapat digunakan dalam penilaian bleep test. Penilaian bleep test untuk pria :

Age (years)
very poor
poor
fair
average
good
very good
Excel-lent
12 - 13 yrs
< 3/3
3/4 - 5/1
5/2 - 6/4
6/5 - 7/5
7/6 - 8/8
8/9 - 10/9
> 10/9
14 - 15 yrs
< 4/7
4/7 - 6/1
6/2 - 7/4
7/5 - 8/9
8/10 - 9/8
9/9 - 12/2
> 12/2
16 - 17 yrs
< 5/1
5/1 - 6/8
6/9 - 8/2
8/3 - 9/9
9/10 - 11/3
11/4 - 13/7
> 13/7
18 - 25 yrs
< 5/2
5/2 - 7/1
7/2 - 8/5
8/6 - 10/1
10/2 - 11/5
11/6 - 13/10
> 13/10
26 - 35 yrs
< 5/2
5/2 - 6/5
6/6 - 7/9
7/10 - 8/9
8/10 - 10/6
10/7 - 12/9
>12/9
36 - 45 yrs
< 3/8
3/8 - 5/3
5/4 - 6/4
6/5 - 7/7
7/8 - 8/9
8/10 - 11/3
> 11/3
46 - 55 yrs
< 3/6
3/6 - 4/6
4/7 - 5/5
5/6 - 6/6
6/7 - 7/7
7/8 - 9/5
> 9/5
56 - 65 yrs
< 2/7
2/7 - 3/6
3/7 - 4/8
4/9 - 5/6
5/7 - 6/8
6/9 - 8/4
> 8/4
> 65 yrs
< 2/2
2/2 - 2/5
2/6 - 3/7
3/8 - 4/8
4/9 - 6/1
6/2 - 7/2
> 7/2
(Ramsbottom 1988)
 
Penilaian bleep test untuk wanita :
Age (years)
very poor
poor
fair
average
good
very good
Excel-lent
12 - 13 yrs
< 2/6
2/6- 3/5
3/6- 5/1
5/2 - 6/1
6/2 - 7/4
7/5 - 9/3
> 9/3
14 - 15 yrs
< 3/3
3/4 - 5/2
5/3 - 6/4
6/5 - 7/5
7/6 - 8/7
8/8 - 10/7
> 10/7
16 - 17 yrs
< 4/2
4/2 - 5/6
5/7 - 7/1
7/2 - 8/4
8/5 - 9/7
9/8 - 11/10
> 11/11
18 - 25 yrs
< 4/5
4/5 - 5/7
5/8 - 7/2
7/3 - 8/6
8/7 - 10/1
10/2 - 12/7
> 12/7
26 - 35 yrs
< 3/8
3/8 - 5/2
5/3 - 6/5
6/6 - 7/7
7/8 - 9/4
9/5 - 11/5
> 11/5
36 - 45 yrs
< 2/7
2/7- 3/7
3/8- 5/3
5/4 - 6/2
6/3 - 7/4
7/5 - 9/5
> 9/5
46 - 55 yrs
< 2/5
2/5 - 3/5
3/6 - 4/4
4/5 - 5/3
5/4 - 6/2
6/3 - 8/1
> 8/1
56 - 65 yrs
< 2/2
2/2 - 2/6
2/7 - 3/5
3/6 - 4/4
4/5 - 5/6
5/7 - 7/2
> 7/2
> 65 yrs
< 1/5
1/5 - 2/1
2/2 - 2/6
2/7 - 3/4
3/5 - 4/3
4/4 - 5/7
> 5/7
(Ramsbottom 1988)

Kelebihan dari bleep test, kelompok besar dapat melakukan test ini sekaligus sehingga biaya yang digunakan minimal. Selain itu, juga merupakan upaya maksimal dari kapasitas daya tahan tubuh. Kelebihan bleep test juga merupakan test untuk energi aerobik sehingga dapat meningkatkan daya tahan atlet dan peserta latihan secara berlanjut. Daya tahan tubuh yang dibentuk akan sangat stabil.
Kelemahan dari bleep test, praktek dan tingkat motivasi dapat mempengaruhi nilai dicapai dan skor dapat subyektif. Tes ini sering dilakukan di luar ruangan, sehingga kondisi lingkungan dapat mempengaruhi hasil. Sebagai audio, kaset dapat meregangkan dari waktu ke waktu, kaset perlu dikalibrasi yang melibatkan timing interval satu menit dan membuat penyesuaian dengan jarak antara penanda (sehingga semakin baru kaset atau alat audio yang digunakan akan semakin akurat). Tidak dianjurkan untuk orang yang bermasalah kesehatan yang cukup kronik. Keadaan psikologis yang jelek akan mempengaruhi hasil dari test ini.

Daftar Pustaka 
Brewer, J., Ramsbottom, R., & Williams, C.1988.Multistage fitness test: A progressive shuttle-run test for the prediction of maximum oxygen uptake. Belconnen, ACT: Australian Coaching Council.
Ramsbottom et al.1988. A progressive shuttle run test to estimate maximal oxygen uptake.British Journal of Sports Medicine 22: 141-5. 
Yudi, Rahmat.2007.Tinjauan Kondisi Fisik Atlet Dayung Sumatera Barat (Skripsi). Padang: FIK UNP.
Depkes, Republik Indonesia.2005. Petunjuk Teknis Pengukuran Kebugaran Jasmani, Dir.Jen Bina Kesehatan Masyarakat, Departemen Kesehatan Jakarta.

Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts

Pages

  • Home

Follow Us

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • pinterest
  • youtube

Categories

recent posts

Facebook

Blog Archive

  • February 2016 (1)
  • December 2014 (1)
  • October 2014 (1)
  • September 2014 (1)
  • June 2014 (2)
  • May 2014 (1)
  • April 2014 (3)
  • October 2013 (1)

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates